PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 1.300 siswa kelas 12 SMA/SMK se-Solo Raya memenuhi acara Roadshow Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) 2025 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Acara ini berlangsung meriah yang diisi dengan panduan lengkap pendaftaran beasiswa hingga peluang lolos seleksi. Head of Corporate Communication dari Medcom.id, Herfindo Satria Gading, menjelaskan bahwa OSC merupakan program kolaborasi dengan kampus terbaik Indonesia untuk memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa yang hadir langsung di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS. “OSC hadir untuk mempermudah siswa-siswi di seluruh Indonesia melanjutkan kuliah dengan beasiswa penuh sampai lulus, termasuk di UMS yang menjadi salah satu mitra kami sejak 2015,” ujar Herfindo, Sabtu (8/11/2025).
Ia menjelaskan sejak pertama kali diselenggarakan, program beasiswa OSC telah menyalurkan lebih dari 3.800 beasiswa kepada mahasiswa dari Aceh hingga Papua. Tidak hanya beasiswa, tetapi juga memberikan bantuan living cost dengan total bantuan mencapai Rp4,2 miliar.
Tahun 2025 ini, OSC telah sukses menggandeng 18 universitas ternama untuk jenjang S1 dan 5 kampus mitra untuk jenjang S2. Selain itu, Herfindo menegaskan bahwa OSC hadir sebagai solusi dari permasalahan biaya yang sering menjadi kendala utama bagi siswa.
Pembebasan Uang Pangkal
Program ini menawarkan pembebasan 100% uang pangkal dan uang semester selama 8 semester, dengan salah satu syaratnya mempertahankan IPK minimal 3,0. “Kendala finansial tidak akan menjadi halangan kalau kita punya motivasi tinggi. Motivasi yang tinggi pasti akan menemukan solusinya, salah satunya melalui beasiswa OSC,” ujarnya.
Ia juga memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa pengangguran tertinggi justru berasal dari lulusan SMA dan SMK. Melalui data ini, terungkap bahwa terdapat GAP antara lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
“Jadi kalau nanti kalian lulus dan kuliah, kalian sudah membantu pemerintah untuk meningkatkan Analisis Beban Kerja (ABK). Kalian adalah generasi yang digadang-gadang menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herfindo menjelaskan timeline beasiswa OSC 2026 mendatang. “Nanti tanggal 11-12 November pelaksanaan try out, tanggal 15 nya online test dengan jumlah soal 50 durasinya 2 jam. 19 Desembernya pengumuman penerima beasiswa. Jadi bulan November-Desember nanti final test pengumpulan berkas untuk diseleksi,” papar Herfindo.
Al-Zidan Candra Ardyansyah (Teknik Elektro) dan Nasywa Yatineja (Ilmu Hukum), dua mahasiswa UMS penerima beasiswa OSC 2024, berbagi pengalaman mereka. Keduanya mengaku memilih UMS karena kualitas, fasilitas, akreditasi dan keunggulan UMS yang terjamin secara global.
Keduanya menyebut tahap final test wawancara sebagai yang paling menantang namun bisa diatasi dengan persiapan matang. “Karena di situ kalian berlatih public speaking lagi, bagaimana cara menyampaikan pendapat kalian yang baik dan benar,” tutur Nasywa.
Lebih lanjut, Zidan juga membagikan tips bagi peserta yang ingin lolos seleksi OSC, di antaranya mempelajari sistem seleksi melalui website resmi, aktif mencari informasi, serta mempersiapkan diri menghadapi tes tulis dan wawancara. “Cari informasi sebanyak-banyaknya di internet tentang cara wawancara dan public speaking yang baik. Sekarang zamannya internet, informasi mudah didapat lewat Instagram atau TikTok,” tambah Zidan.
Disamping itu, Daffa Dhiyaulhaq Husni, Siswa SMA Negeri 3 Surakarta berhasil meraih peringkat pertama try out TKA (Tes Kemampuan Akademik) by UMS. Menurutnya, kunci suksesnya terletak pada manajemen waktu yang baik. “Soalnya banyak, waktunya terbatas. Jadi harus bisa manajemen waktu, satu soal dikerjakan berapa menit biar tidak molor,” ungkap Daffa.
Ia memberikan pesan kepada seluruh peserta dan siswa-siswa yang sedang berjuang untuk masa depan mereka. “Persiapan dari jauh-jauh hari, jangan mendadak. Yang paling penting banyakin latihan soal,” tutupnya.
Selain Daffa, pemenang lainnya adalah Abian Fazil Syaputra (SMA Negeri 1 Kartasura), Firda Azia Bintang Purwanto (MA PPMI Assalam), Aditya Solikhin (SMA Muhammadiyah 2 Surakarta), dan Ataya Masa Azalia (SMA Negeri 1 Mojolaban).






